“kejahatan yang terorganisir, akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir (Ali Bin Abi Thalib)”.

       Pembangunan dalam pengertian sederhana merupakan usaha sadar yang dilakukan manusia untuk meningkatkan kesejahteraan manusia itu sendiri berdasarkan Pancasila & UUD 1945 yaitu “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Manusia sebagai mahluk dinamis, pasti sangat mendambakan sebuah pembangunan. Tujuan pembangunan adalah harus menjadikan manusia sebagai pusat perhatian. Pembangunan ekonomi diyakini harus sejalan dengan pembangunan sosial sehingga pertumbuhan ekonomi dapat menyumbang langsung terhadap keberlangsungan sosial, budaya, dan lingkungan masyarakat.

       Kegiatan pembangunan yang tidak memperhatikan aspek kelestarian lingkungan hidup ataupun sosial masyarakat terbukti telah memberikan suatu dampak yang tidak menguntungkan untuk jangka panjang khususnya generasi kita yang akan datang. Hal tersebut juga menjadikan tujuan akhir pembangunan mencapai masyarakat adil dan makmur menjadi semakin jauh dari harapan karena eksploitasi sumber daya alam dan manusia yang tidak terbatas tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan hidup dan sosial masyarakat hanya akan mewariskan kehancuran terhadap sumber-sumber daya tersebut.

      Cariu sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Bogor yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bekasi dan kabupaten Karawang, merupakan wilayah yang strategis untuk mengembangkan pembangunan. Saat ini Cariu sedang menghadapi pembangunan Ekonomi secara mendasar, yaitu pembangunan pasar. Proyek Pasar Cariu yang menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar 15 Milyar yang diperuntukan bagi 648 kios, sampai sekarang kondisinya masih belum selesai dari target awal pembangunan tersebut, yaitu 100 hari dari peletakan batu pertama yaitu     13 September 2011 atau target penyelesaian tanggal 24 Desember 2011 sesuai dengan yang tercantum dalam papan proyek. Sungguh ironis, proyek yang menggunakan dana begitu besar harus ada keterlambatan dalam pengerjaannya. Apakah ini sebuah konspirasi ??? atau sebuah dagelan yang dipertontonkan kepada masyarakat tentang ketidakmampuan Pemerintah Daerah dalam mengelola APBN ???.

      Melihat kondisi tersebut, sudah tentu menjadi kewajiban kami selaku pemuda yang mempunyai tugas sebagai kontrol sosial (social control) dan penjaga nila-nilai kelestarian budaya (guardian value) untuk mengkritisi pembangunan yang sedang berlangsung demi terciptanya tujuan pembangunan yang sesuai dengan amanat pancasila dan UUD 1945. Maka kami dari Forum Pemuda Peduli Sosial (FORMASI) Bogor dengan ini menyatakan :

  1. Mendukung semua bentuk pembangunan terutama pasar Cariu, selama pembangunan tersebut mengangkat kesejahteraan masyarakat lokal khususnya dan umumnya masyarakat yang terkena dampak pembangunan,
  2. Pihak pengembang dalam hal ini PT. Cindikia Ayu Indonesia, harus meminta maaf melaui media informasi kepada masyarakat atas keterlambatan pengerjaan proyek tersebut dan memberikan kepastian penyelesaiannya,
  3. Tangkap dan adili oknum-oknum yang membuat molornya proyek tersebut,
  4. PD. Pasar Tohaga harus lebih cerdas dalam prioritas pembagian kios kepada pedagang khususnya masyarakat lokal/pribumi,
  5. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan kontrol sosial terhadap semua proses pembangunan,
  6. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan merupakan kewajiban Pemerintah Daerah sesuai dengan PP No. 27 Tahun 1999 mengenai analisis dampak lingkungan,
  7. Pemerintah Kabupaten Bogor harus lebih cerdas dalam membuat kebijakan perijinan pembangunan, tanpa harus mengorbankan nilai-nilai sosial, budaya, dan lingkungan  yang ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s