BOGOR–Beberapa kecamatan di Kabupaten Bogor rawan longsor. Sekitar 12 kecamatan dari total 40 kecamatan rentan terhadap bencana ini. Menurut Kepala Seksi (Kasi) Konservasi dan Mitigasi Bencana Geologi, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bogor, Yayan Tahyan, hal ini terjadi karena kerentanan gerakan tanah di wilayah tersebut.
“Ada yang masih berada pada tahap rendah dan menengah, tapi ada juga yang sudah mencapai tahap tinggi,” katanya pada Republika, Ahad (26/12).
Dari data ESDM 2010, kecamatan yang rawan longsor meliputi Kecamatan Rumpin, Kecamatan Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kecamatan Citereup, Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Pamijahan dan Kecamatan Megamendung. Lalu Kecamatan Sukamakmur, Kecamatan Babakan Madang, Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Nanggung dan Leuwiliang.

Di Kecamatan Rumpin, misalnya, terdapat lima wilayah rentan longsor yakni Desa Rabak dan Desa Kampung Sawah. Di Kecamatan Cisarua terdapat empat wilayah rentan longsor yakni Desa Citeko, Desa Tugu Selatan, Desa Batu Layang dan Desa Kopo.
Sama seperti, Cisarua, di Kecamatan Sukaraja dan Kecamatan Citereup, terdapat juga empat wilayah yang rawan renta. Di Sukaraja meliputi Desa Nangrak, Desa Cibanon, Desa Gunung Geulis, Desa Sukatani. Di Citereup meliputi Desa Tangkil, Desa SukahaTi, Desa Tajur, dan Desa Hambalang.
Sementara di Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Pamijahan dan Kecamatan Megamendung terdapat lima wilayah rawan longsor. Di Sukajaya meliputi Desa Cileuksa, Desa Pasir Madang, Desa Harkat Jaya, Desa Cipayung, Desa Kiara Pandang.
Di Pamijahan meliputi Desa Ciasmara, Desa Cibunian, Desa Purwabakti, Desa Gunung Bunder dan Desa Gunung Sari. Di Megamendung meliputi Desa Megamendung, Desa Cipayung Girang, Desa Cipayung Datar, Desa Cilember, Desa Jogjogan.
Di Kecamatan Sukamakmur, Kecamatan Babakan Madang, dan Kecamatan Cigudeg terdapat masing-masing enam wilayah rawan longsor. Di Sukamakmur meliputi Desa Sukamakmur, Desa Cibadak, Desa Sukaresmi, Desa Sukawangi, Desa Sukadamai, Desa Sirna Jaya.
Di Babakan Madang meliputi Desa Citaringgul, Desa Cijayanti, Desa Bojong Koneng, Desa Karang Tengah, Desa Babakan Madang dan Desa Kadu Mangu. Di Cigudeg meliputi Desa Bangun Jaya, Desa Bunar, Desa Banyu Asih, Desa Batu Jajar, Desa Tegal Lega, Desa Sukaluyu, Kecamatan dengan wilayah terbanyak rawan longsor berada di Kecamatan Nanggung dan Leuwiliang, dengan masing-masing tujuh desa. Di Nanggung meliputi Desa Nanggung, Desa Curug Bitung, Desa Pangkal Jaya, Desa Bantar Karet, Desa Parakan Muncang, Desa Cisarua, dan Desa Malasari. Sementara di Leuwiliang meliputi Desa Puraseda, Desa Pabangbon, Desa Cibeber, Desa Purasari, Desa Pabuaran, Desa Karyasari, dan Karacak.
Dikatakan Yayan sejumlah usaha sudah pihaknya lakukan untuk meminimalisir bahaya longsor. “Bahkan kami kerap melakukan pemantauan, dua kali dalam setahun,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengaku pihaknya masih menghadapi sejumlah kendala. Diantaranya jumlah sumber daya manusia (SDM) yang amat minim dan tak ada anggaran khusus untuk pemantauan bencana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Hal serupa juga terjadi di Kota Bogor. Menurut Koordinator Taruna Penanganan Bencana (Tagana) Kota Bogor Sudarman terdapat beberapa wilayah yang berpotensi longsor. “Karena wilayah tersebut berada di dekat tebing dan sungai,” katanya beberapa waktu lalu.
Di Kecamatan Bogor Selatan meliputi Kelurahan Genteng, Kelurahan Cipaku, Kelurahan Kertamaya, Kelurahan Empang, Kelurahan Mulyaharja, Kelurahan Muarasari dan Batu Tulis. Lalu Kecamatan Bogor Timur meliputi Kelurahan Katulampa, Kelurahan Sukasari dan Kelurahan Baranangsiang.
Kecamatan Bogor Tengah meliputi Kelurahan Kebon Kalapa, Kelurahan Panaragan, Kelurahan Cibogor dan Kelurahan Sempur. Di Kecamatan Bogor Utara meliputi Kelurahan Tanahbaru, Kelurahan Cimahpar, Kelurahan Kedung Halang, dan Kelurahan Ciparigi.
Di Kecamatan Tanah Sareal potensi longsor terjadi di Kelurahan Tanahsareal, Kelurahan Kencana dan Kelurahan Mekarwangi. Sementara di Bogor Barat meliputi Kelurahan Balungbang Jaya, Kelurahan Pasirkuda, Kelurahan Gunungbatu, Kelurahan Curugmekar, Kelurahan Sindangbarang dan Semplak.
“Karena itu kami minta warga juga jangan pernah lengah. Kita harus terus siaga bila hal yang tidak diinginkan terjadi,” jelasnya.

Sumber: Republika.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s